MANAJEMEN PT PLN Wila­yah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kal­­selteng) berjanji tidak la­­gi melakukan pemadam­an listrik secara bergilir.
Janji itu disampaikan ma­­na­jemen PT PLN saat ber­­temu dengan jajaran Ko­mi­­si III DPRD Kalsel yang mem­bidangi pertambang­an dan energi (termasuk ke­listrikkan) pada Rabu (10/2/2016) malam.


Ketua Komisi III DPRD Kal­­sel Bardiansyah saat di­­mintai konfirmasi seusai Ra­­pat Paripurna, Kamis (11/2/2016), mengungkapkan bahwa pada pertemuan itu manajemen PLN Kalselteng mengakui bahwa pi­hak­nya saat ini belum bisa me­­nepati janji untuk meniadakan pemadaman listrik bergilir selama 2016.


Hal itu disebabkan unit IV pembangkit pada Pusat Lis­trik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Ta­nah Laut sedang dalam pro­­ses pemeliharaan.


Sedangkan PLTU Pulang Pi­sau di Kalimantan Te­ngah yang rencananya ma­suk sis­tem jaringan kelistrikan Ba­rito, ternyata belum bisa ope­rasional karena belum ada serah terima dari kon­trak­tor.


“Tapi bila PLTU Pulang Pi­sau sudah masuk sistem ja­ringan kelistrikan Barito, apa­lagi kalau Pusat Listrik Te­naga Mikro Gas (PLTMG) Beng­kinai di hulu Su­ngai Barito Kalteng sudah ber­ope­rasi, insya Allah tidak la­gi ada pemadaman bergi­lir,” ujar Bardiansyah me­nyam­paikan keterangan ma­najemen PLN.


PLTU Pulang Pisau dan PLTMG Bengkinai memiliki ka­pasitas daya terpasang se­besar 120 Mega Watt (MW) dan 155 MW. Sedangkan ke­kurangan daya pada PLN Kal­selteng ketika beban pun­cak sekitar 40 MW.


“Kita berharap agar kali ini manajemen PLN Kalselteng bisa menepati janji. Ka­re­na persoalan kelistrikan di Kalsel khususnya sudah ter­golong parah, kalau tidak ingin dikatakan dalam ke­adaan gawat darurat,” kata anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Gol­kar ini.


“Banyak keluhan masya­rakat mengenai kelistrikan yang disampaikan ke DPRD Kal­sel, terutama Komisi III,” demikian Bardiansyah. (Ant/B-3)