SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati, meminta agar peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di daerah ini agar lebih dioptimalkan peran dan fungsinya sebagai fasilitas kesehatan. 

Terutama dalam mengatasi kematian ibu dan anak, serta gizi buruk dan stunting yang masih ada di wilayah Kotim ini. 

"Posyandu harus terus diaktifkan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat," ujar Irawati, Kamis, 1 Desember 2022.

Dirinyapun mengingatkan camat, lurah dan kepala desa di Kotim untuk terus berupaya serius menggandeng pihak Posyandu untuk mengatasi gizi buruk dan kematian anak serta ibu. 

Karena salah satu upaya dalam menjaga ibu dan anak tetap sehat adalah dengan mengoptimalkan peran dan fungsi posyandu di masyarakat. Menurutnya, semua tatanan pemerintahan dari pusat hingga ke desa/kelurahan diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas posyandu.

--page

"Posyandu dituntut agar memenuhi rasio terhadap balita yang ada di wilayah kerja posyandu, setidaknya 1 posyandu dapat melayani 80-100 balita," kata Irawati. 

Posyandu dapat menjadi aktif atau berada pada strata purnama dan mandiri, yakni beroperasi setiap bulan dengan kader minimal 5 orang per posyandu, dan mampu melaksanakan 5  program pokok posyandu. Sehingga tercapai semua tujuan utamanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)