BORNEONEWS, Turki - Jika di Bursa ada Cumalikizik, di Istanbul ada Fener dan Balat. Dua kompleks pemukiman bersejarah yang terletak di distrik Fatih, Istanbul.
Fener dan Balat merupakan destinasi wisata favorit saya di Istanbul. Tidak seperti kawasan Sultan Ahmet yang sangat populer dengan Aya Sofya dan Mesjid Sultan Ahmetnya, Fener dan Balat masih jarang disinggahi wisatawan. Bagi saya yang tidak suka keramaian, pemukiman ini sangat menenangkan.
Fener dan Balat hanya berjarak 30 menit berjalan kaki dari Eminönü. Namun kali ini, saya memilih menumpang otobus berkode 99A dari Eminönü.

Hanya sepuluh menit, saya turun di perhentian bus Balat. Tepat di belakangnya terhampar perairan Tanduk Emas atau dikenal dengan nama Halic di Turki. Sementara di depan saya membentang sisa-sisa reruntuhan benteng Konstantinopel.
--page

Seketika imajinasi saya melayang ke tahun 1453, saat Sultan Mehmet II dan pasukannya menorobos masuk ke perairan Tanduk Emas dengan menyeret kapal melalui perbukitan lalu menyebrangi tanduk emas. Kemudian, dengan meriam Basilika buatan insinyur Hungaria pasukan ini menjebol dinding pertahanan kota Konstantinopel. Di sini, di tempat ini.
Saya menyebrangi jalan raya yang relatif sepi jika dibandingkan dengan jalan-jalan lain di Istanbul.
Memasuki Balat, saya disambut oleh rumah-rumah tua bergaya Yunani, kafe-kafe mungil dengan aksen Eropa-Turki yang berjejer rapi, serta Toko-toko sovenir antik yang memesona.
Tipografinya berbukit-bukit, menambah keseruan berjalan-jalan di dalam labirin yang membawa saya kembali ke abad 15.
Balat merupakan kompleks pemukiman Yahudi di Era Kesultanan Ottoman. Penganut Yahudi Spanyol bermigrasi dan menetap di wilayah kekuasaan Sultan Ottoman setelah di keluarkannya Dekrit Alhambra oleh Kerajaan Spanyol. Dekrit ini memaksa penduduk Muslim dan Yahudi untuk menganut Katolik atau pergi meninggalkan Spanyol.

Tidak jauh berbeda dengan tetangganya Balat, Fener juga menjadi tempat menyenangkan untuk sekedar melepas lelah di Istanbul. Saya berkesempatan menginap di salah satu rumah bergaya Yunani yang saya pesan melalui aplikasi.
Bangunan tiga lantai ini berada di atas bukit di kawasan Fener. Dari ruang tamu, saya bisa melihat keindah Tanduk Emas dengan jembatannya dari Kejauhan. Burung-burung yang berterbangan di langit Fener membuat saya tak bosan-bosan memandang ke luar.
--page
Penginapan saya sangat dekat dengan Sekolah Yunani Ortodoks tertua dan paling bergengsi pada masanya. Hanya berjalan kaki beberapa puluh meter saja, saya bisa berjumpa dengan bangunan megah berwarna merah yang tampak gagah dari kejauhan. Sekolah ini masih beroperasi hingga sekarang. Namun, sejak keruntuhan Ottoman, sekolah ini kehilangan pamornya. Padahal banyak petinggi-petinggi Ottoman yang merupakan lulusan sekolah tersebut.

Ada 2 sekolah di dalamnya, yaitu Özel Fener Rum Ortaokul atau SMP Romawi Fener dan Özel Fener Rum Lisesi atau SMA
Romawi Fener

Di kawasan ini pula terdapat katedral St. George yang merupakan pusat bagi penganut Kristen Ortodoks dunia hingga saat. Pemimpin tertingginya pun tinggal di sini. Tidak heran jika Fener mendapat julukan The Vatican of Orthodox Christian yang berarti Vatikannya Kristen Ortodoks.
Di bawah kepemimpinan Sultan-Sultan Ottoman penganut Yahudi dan Pemeluk Kristen Ortodoks hidup berdampingan dengan harmonis di Balat dan Fener.
Meskipun saat ini Balat dan Fener tidak lagi didominasi oleh penganut Yahudi maupun Kristen Ortodoks, atmosfernya tetap bisa dirasakan dengan masih berdirinya gereja-gereja indah dan beberapa sinagoge di kawasan ini.
Saat ini Balat dan Fener menjadi tempat wisata instagramble yang banyak diincar para pencinta fotografi. Tidak jarang saya berpapasan dengan beberapa model yang sedang berpose di depan bangunan-bangunan yang meskipun tua namun tetap cantik dipandang.
--page
Penduduk lokalnya pun ramah, sesekali mereka berbasa-basi menanyakan asal negara kepada pengunjung. Pakaian yang dijemur melintang di tengah jalan-jalan berbatu juga menambah deretan keunikan daerah ini. Anak-anak bebas bermain bola atau sekedar berlarian membuat Fener dan Balat terasa sangat bersahabat.

Berada di dalam wilayah yang dulunya adalah Konstantinopel menjadikan Balat dan Fener tercatat ke dalam daftar Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO. (WULAN/B-5)









