BORNEONEWS, Palangka Raya - Menurut data BPS Kalteng, pada bulan November 2022, Kota Palangka Raya mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dan Sampit inflasi sebesar 0,08 persen.
Berdasarkan 2 kota acuan itu, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,16 persen selama bulan November 2022 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu sebesar 115,36.
"Inflasi gabungan 2 kota tersebut selama November 2022, itu terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada berbagai kelompok komoditas kebutuhan masyarakat," kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Jumat, 2 Desember 2022
Adapun pemicu inflasi itu yakni naiknya kelompok jasa transportasi sebesar 1,09 persen, kesehatan 0,47 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,37 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21 persen.
Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,14 persen, pakaian dan alas kaki 0,05 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 0,02 persen.
--page
Sedangkan secara rinci komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada November 2022 yakni angkutan udara, beras, rokok kretek filter, kangkung, tomat, bawang merah, rokok kretek, emas perhiasan, obat dengan resep, dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu.
Selanjutnya, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu cabai rawit, minyak goreng, kacang panjang, bahan bakar rumah tangga, ketimun, daging ayam ras, udang basah, cabai merah, ikan patin, serta pisang.
Jika dilihat dari inflasi tahun kalender yaitu November 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 6,06 persen dan inflasi tahun ke tahun November 2022 terhadap November 2021 sebesar 6,97 persen.
Sementara itu, dari 90 kota IHK secara nasional ada sekitar 62 kota yang mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Ambon yakni sebesar 1,15 persen dengan IHK sebesar 116,17 dan deflasi tertinggi di Tanjung Pandan sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 113,91. (DONNY D/B-7)









