Kongres Budaya Banjar IV yang siap digelartahun ini di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengundang pula peserta wargaBanjar yang ada di perantauan dalam dan luar negeri.

Kabid Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar)Provinsi Kalsel, Mujiat SP, di Banjarmasin, Jumat, menjelaskan, pemprovsetempat akan kembali menggelar Kongres Budaya Banjar (KBB) IV sekitar bulanAgustus 2016 nanti, berbarengan dengan peringatan hari jadi (HUT) ke-66Provinsi Kalsel.

"Rencananya, kegiatan itu akan diikuti pula peserta warga perantauan baikdi dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

Warga Banjar yang ada di luar negeri, ujar Mujiat, tergabung dalam kerukunanwarga Banjar di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Tapi tidak menutup kemungkinan di negara lainnya juga akan kita undang,yaitu perantauan Banjar di sekitar daratan Asia," katanya lagi.

Menurut dia, sebagian warga Banjar yang diundang secara resmi di tiga negaratetangga Indonesia itu, akan ditanggung akomodasinya oleh panitia, mengingatkehadiran mereka sangat dibutuhkan demi kerukunan warga Banjar di luar tanahnegeri dan untuk menjaga kelestarian budayanya.

Begitupula warga Banjar yang berada di provinsi seberang Tanah Borneo ini, diantaranya di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat serta daerah lainnya akandiundang untuk hadir dalam KBB IV itu.

"Warga Banjar ini 'kan merantau ke mana-mana, bahkan hampir semua ada ditanah negeri ini, tidak sedikit pula di luar negeri. Selain ajang silaturahmi,pertemuan itu juga untuk bertukar pikiran bagi pelestarian budaya,"ujarnya lagi.

Menurut Mujiat, para tokoh budaya dan seniman di Kalsel ini akan menjadipeserta utama, sehingga isu-isu terkini tentang kebudayaan dapat dibahasbersama, utamanya agar dapat terus menjaga khazanah budaya banua ini meski dibawake tanah seberang atau tanah perantauan.

"Akar budaya daerah ini harus tetap dikenali, bagi warga Banjar diperantauan tentu banyak yang tidak tahu. Di sinilah kami membentuk kometmenuntuk terus menjaganya dan mewariskannya dari generasi ke generasi," katadia.

Kasi Sejarah dan Purbakala Disbudparpora Kalsel, Irwan, menambahkan, pihaknyasudah berkonsultasi dengan Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalsel bahwa pelaksanaanKBB IV diusulkan pada saat perayaan HUT Provinsi Kalsel, mengingat akan banyakkegiatan budaya dan seni dipentaskan saat itu.

"Jadi sekalian kami mengenalkan budaya bagi warga Banjar di perantauantentang kesenian dan kebudayaan daerah ini, biar mereka mengenalnya, tidakhanya mendengar cerita saja," ujarnya pula.

Kongres Budaya Banjar III sebelumnya telah diselenggarakan pada tahun 2013lalu, juga mengundang warga Banjar di perantauan luar Kalsel dan luar negeri.
(ant/*)