BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Di sela kegiatan, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto, menyempatkan menyambangi pembuatan pakan ikan patin yang di kerjakan di beranggang.
Budidaya ikan patin merupakan program pembinaan kemandirian yang dikembangkan di Rutan Kuala Kapuas, dalam pemenuhan pakannya langsung diproduksi sendiri di Rutan Kuala Kapuas dengan menggunakan alat penggiling yang dilakukan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
"Kita terus memantau agar program pembinaan berjalan dengan baik," katanya. Toni mengatakan pembuatan pakan ikan ini merupakan inisiatif untuk menekan biaya dalam membeli pakan ikan.
Penggilingan pakan ikan ini dapat memproduksi 200-210 Kg dalam 4 hari dengan biaya Rp 914.000 artinya biaya yang diperlukan untuk membuat 1 Kg pakan ikan adalah Rp. 4.325. Sementara, harga pakan ikan di luar kisaran Rp 9.000 - Rp. 11.500.
“Dengan mengolah pakan ikan sendiri kita bisa menekan biaya pengeluaran untuk pakan, harga pakan ikan diluar 2 kali lipat dibandingkan jika kita mengolah sendiri,” ucapnya.
Ia mengapresiasi pegawainya yang ikut terlibat di dalam kegiatan pembinaan ini, hal ini dikarenakan dapat menjadi ilmu bagi pegawai untuk diajarkan kepada WBP nya dan disisi lain bisa menjadi bekal kedepannya bagi WBP itu sendiri setelah selesai menjalani hukuman.
--page
“Harapan saya agar nanti beberapa pegawai memiliki pengetahuan juga agar bisa bergantian untuk memberikan pembinaan kepada WBP," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)









