PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Andina Theresia Narang berharap pengelolan anggaran Covid-19 agar dapat dimaksimalkan.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara komisi III dengan Dinkes Kalteng belum lama ini, instansi tersebut mengusulkan anggaran Covid-19 yang masuk dalam RKA APBD Kalteng tahun 2023 yakni mencapai Rp 8 miliar.

"Penetapan nilai tersebut disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya, harapan kita tentu pengelolaan anggaran itu dapat dimaksimalkan drngan baik apabila sudah direalisasi untuk penanganan Covid-19 di Kalteng," ucapnya, Senin, 5 Desember 2022.

Usulan anggaran itu masuk dalam kategori Bantuan Tidak Terduga (BTT). Di mana anggara BTT tersebut nantinya akan dialokasikan untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus pandemi, khususnya perihal ketersediaan vaksin, baik vaksin primer maupun booster.

"Anggaran itu akan dialokasikan sebagai dana antisipasi apabila terjadi lonjakan pandemi, terutama ketersediaan stok vaksin. Jadi kelola dengan baik dan tepat sasaran agar program pemerintah yakni Indonesia bebas Cocid-19 dan suksesi vaksinasi nasional bisa tercapai," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan alokasi anggaran BTT tidak hanya digunakan untuk penanganan Covid-19 saja tapi juga untuk penanggulangan bencana lainnya dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat di 14 kabupaten/kota.

--page

"Anggaran BTT itu dipergunakan untuk pelayanan vaksinasi, pengiriman vaksin, pembelian masker, sosialisasi melalui selebaran dan spanduk, dan lain-lain," ujarnya.

Selaim itu anggaran tersebut juga akan digunakan untuk untuk penanganan kebencanaan seperti tanggap darurat banjir, sebab Dinkes juga harus mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (DONNY D/B-6)