PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo untuk menangani inflasi dengan mekanisme seperti mekanisme pandemi Covid-19.

“Dengan mekanisme tersebut, maka semua pihak akan menjadi fokus terhadap inflasi,” sebut Tito saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah, Senin, 5 Desember 2022.

Tito mengingatkan pentingnya penanganan inflasi karena menyangkut masalah hidup rakyat, kenaikan harga barang jasa akan sangat langsung berdampak kepada rakyat.

Ia mengungkapkan inflasi di Indonesia saat ini berada di angka 5,42 persen. Menurutnya, angka tersebut turun jika dibandingkan pada Oktober 2022 yang berada di angka 5,71 persen.

"Dari 5,95 persen, turun ke 5,71 persen di Oktober, November turun lagi ke 5,42 persen, ini betul-betul tidak gampang,” tuturnya.

--page

Tito menuturkan dengan capaian tersebut diantara negara G20, Indonesia nomor dua terendah setelah Jepang, Jepang 3,7 persen.

“18 Negara G20 baik Amerika Eropa semua di atas angka kita," tuturnya.

Turut hadir dalam rakor tersebut secara virtual, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko.

Kemudian, Plt. Kepala Perwakilan BI Kalteng Magfur, Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro, perwakilan unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng terkait. (HERMAWAN DP/B-5)