DPRD Barito Selatan akan memanggil pim­pinan PLN Ra­yon­ Buntok untuk rapat dengar pendapat (RDP) soal byarpetnya listrik secara mendadak.


Ketua DPRD Barsel, Tamar­zam mengatakan seringnya ma­ti lampu secara mendadak yang terjadi lebih satu bulan ini membuat masyarakat ma­kin tidak nyaman.


Dia mengaku banyak me­ne­ri­ma keluahan dari masyara­kat secara lisan dan ter­tulis. Intinya mereka berta­nya ke­na­pa PLN sering mematikan listrik secara mendadak.


“Kita akan segera memanggil PLN untuk mempertanya­kan apa penyebabnya listrik sering mati,” kata Tamarzam, Jum­at (12/2/2016). Kapan wak­tu pemanggilan? dia be­lum berani memastikan ha­riya.


“Pastinya kita akan rapat dulu untuk menjadwalkan RDP dengan manajemen PLN Rayon Buntok.”


Setahu Tamarzam pema­da­man listrik tidak menentu. Kadang pagi, kadang siang, kadang sore, bahkan saat malam juga.


Dengan begitu secara oto­matis mengganggu aktivi­tas pelanggan. Selain itu per­alatan elektronik banyak yang rusak.


“Kondisi ini tentunya sa­ngat meresahkan masyara­kat. Byarpet ini apa penye­babnya dan harus dicari­kan­ solusinya. Apa sih masalah dan kendalanya, kok sering mati lampu,” tu­turnya.


Dia berharap PLN Rayon Bun­tok segera memberita­hu­kan kepada masyarakat kenapa sering terjadi pema­daman.


Julius, warga Desa Sababi­lah menyebut dalam sebu­lan ini sering terjadi pemadaman secara tiba-tiba dan dalam waktu yang cu­kup lama, siang maupun ma­lam hari.


Dia membeberkan pema­daman terjadi seperti terjadwal pukul 21.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.


Kondisi ini berlangsung hampir setiap malam, pada­hal tidak ada hujan, angin, maupun petir.


Sementara itu Manajer PLN Rayon Buntok, Legi­min­­ saat beberapa kali ingin dikonfirmasi selalu ti­dak ada di kantor. (B-6)