BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kalimantan Tengah (Kalteng), Saidah Suryani mengakui pandemi Covid-19 mempengaruhi pencegahan penyebaran HIV/AIDS di kalangan masyarakat, khususnya di Kalteng.
“Selama pandemi dua tahun terakhir ini kan banyak pembatasan, aktivitas sosial tidak bisa dilakukan,” tuturnya, Senin, 5 Desember 2022.
Ia mengatakan pembatasan tersebut berimbas pada upaya pencegahan, larangan berkumpul, membuat pihaknya tidak bisa melakukan sosialisasi dan edukasi secara terbuka.
“Tapi kami tetap berupaya dengan memanfaatkan media sosial,” ungkapnya.
Saidah mengatakan, tingginya penularan yang terjadi juga dipengahuri oleh pengetahuan masyarakat yang masih cukup rendah terhadap HIV/AIDS.
--page
Diskriminasi terhadap komunitas orang dengan HIV/AIDS (Odiv/Odha) pun masih terjadi karena penyakit ini masih dianggap tabu oleh masyarakat.
“Dulu penyakit ini secara epidemologinya itu terbatas. Trennya dulu hanya kepada mereka wanita pekerja seks. Tapi sekarang meluas, karena kasusnya justru banyak dialami oleh kalangan umum,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/B-5)









