PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kalimantan Tengah (Kalteng), Saidah Suryani menyampaikan salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi dalam penanggulangan AIDS di Kalteng adalah adanya perilaku menyimpang seksual.

Perilaku menyimpang tersebut seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Ia menyampaikan hingga Juli 2022, kasus HIV/AIDS di Kalteng disumbang oleh komunitas tersebut.

Perilaku menyimpang tersebut bisa terjadi karena beberapa sebab, salah satunya juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Perilaku seksual menyimpang ini semakin didekati akan semakin menular,” tuturnya, Senin, 5 Desember 2022.

Saidah mengatakan belakangan ini, penyumbang data HIV/AIDS terbanyak itu dari komunitas LGBT, khususnya homoseksual, sampai 51 persen.

--page

“Untuk lesbian memiliki risiko rendah, karena memang tidak terjadi penetrasi disana, tapi untuk tiga komunitas lainnya itu berisiko tinggi,” katanya. (HERMAWAN DP/B-5)