BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia menilai keberadaan food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau dapat berdampak terhadap kemandarian pangan di Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu diharapkan program tersebut bisa terus berjalan maksimal hingga nanti seiring berjalannya waktu tidak hanya sektor pertanian yang dikembangkan namun juga sektor lainnya seperti perikanan, peternakan, dan pengembangan tanaman hortikultura.
"Saat ini food estate di dua kabupaten itu terus berjalan, pemerintah juga telah berusaha maksimal dalam upaya membenahi infrastruktur di lokasi food estate, harapan kita tentu Kalteng bisa mandiri pangan dengan adanya program tersebut," ucapnya, Selasa, 6 Desember 2022.
Selain itu dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Kalteng ini juga, pemerintah hendaknya tidak hanya mengandalkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau saja, tapi juga daerah-daerah lain di Kalteng yang memiliki potensi.
"Kapan perlu daerah yang memiliki potensi itu juga dicanangkan program food estate, sehingga nanti Kalteng bisa benar-benar kuat dalam ketahanan pangan dan mandiri, terlebih Kalteng juga merupakan salah satu penyangga IKN di Kaltim kedepan," ujarnya.
Potensi Kalteng menjadi salah satu lumbung pangan nasional sangatlah terbuka dan menjanjikan mengingat wilayah provinsi ini sangat luas dari segi lahan dan memiliki SDA yang melimpah dan tanah yang subur, tinggal hanya bagaimana pemerintah meliriknya saja.
--page
"Jika mampu dilirik, daerah lain di provinsi ini juga bisa menopang pangan di Kalteng, karena memang setiap daerah memiliki potensi, hanya saja dari segi pengembangan masih belum maksimal. Jadi ini perlu diperhatikan oleh pemerintah," tukasnya. (DONNY D/B-6)









