BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah, Rini Fortina menyampaikan ada beberapa faktor penyebab peningkatan penularan wabah.
Faktor pertama adalah masyarakat yang lengah terhadap prokes, ditambah adanya transmisi lokal, membuat penularan menjadi semakin masif.
Kemudian, lambatnya informasi sehingga mengakibatkan keterlambatan tindakan, termasuk tracing, tracking, dan treatment (3T).
“Terakhir adalah faktor virulensi itu sendiri. Dengan cepatnya virus bermutasi hingga memunculkan varian baru, dengan berpapasan saja kita bisa tertular,” ungkapnya.
Menurutnya sangat penting adalah kedisiplinan masyarakat menjalankan arahan pemerintah, dengan prokes, vaksinasi, atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
--page
Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Selasa, 6 Desember 2022 secara kumulatif, total kasus konfirmasi Covid-19 berjumlah 60.172 kasus, pasien sembuh 58.226 orang, dan pasien meninggal dunia 1.732 orang.
Sedangkan kasus aktif yang dirawat dirumah sakit ada 95 orang dan yang isolasi mandiri ada 119 orang. Jika berdasarkan persentase, maka persentase kesembuhan 96,77 persen, dalam perawatan 0,36 persen, dan meninggal 2,88 persen. (HERMAWAN DP/B-5)









