BORNEONEWS, Tamiang Layang - Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Janang Kabupaten Barito Timur melakukan pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air atau IPA di Tamiang Layang berupa pembuangan sedimen (endapan meterial lumpur), perbaikan settler dan perbaikan thompson.
Pejabat Direktur PDAM Tirta Janang, Bunyamin mengungkapkan IPA tersebut dibangun sejak tahun 2003 dan belum pernah dilakukan pemeliharaan atau pembuangan sedimen.
"Artinya sedimentasi yang terjadi sudah 19 tahun tidak dibersihkan, makanya tingginya hampir mencapai setengah meter," ujarnya di sela kegiatan pemeliharaan IPA, Kamis, 8 Desember 2022.
Sedimentasi yang terus meningkat selama ini membuat kapasitas air yang didistribusikan ke pelanggan terus menurun.
"Pemeliharaan diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Nanti kalau sudah selesai kapasitas distribusi air bisa meningkat kembali," ujarnya.
Pada awal pembangunan kapasitas distribusi air ke pelanggan mencapai 50 liter per detik, namun seiring meningkatnya sedimentasi kapasitas tersebut terus menurun hingga tinggal 20 liter per detik.
"Kalau sudah pemeliharaan nanti memang tidak kembali normal menjadi 50 liter per detik, tapi paling tidak bisa mencapai 40 liter per detik," papar Bunyamin yang didampingi Kabag Teknik PDAM.
Bunyamin berharap pengertian dari pelanggan jika selama melakukan pemeliharaan terjadi gangguan distribusi air.
--page
"Mungkin secara kualitas air agak berkurang karena tidak melalui IPA namun secara kuantitas kami jamin tetap distribusi air tetap lancar," ucapnya.
Bunyamin mengatakan PDAM saat ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, baik kuantitas maupun kualitas air.
"Kami sadar tidak mungkin memperbaiki kualitas pelayanan seperti membalikkan telapak tangan namun kami optimistis ke depan pelayanan PDAM semakin bagus," ujarnya. (BOLE MALO/B-6)









