BORNEONEWS, Muara Teweh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara menggelar dua rangkaian kegiatan yaitu In House Training Triase IGD dan In House Training Bantuan Hidup Dasar (IHT BHD), di RSUD setempat. Kegiatan IHT Triase di buka oleh Plt Direktur RSUD Muara Teweh dr Tiur Maida.
Plt Direktur RSUD Muara Teweh, dr Tiur Maida, Jumat, 9 Desember 2022 mengatakan, tujuan diadakannya In House Training Triase adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memilah penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
“Yang mana In House Training Triase IGD umumnya diterapkan ketika sistem perawatan medis dirumah sakit sedang kelebihan beban, artinya orang yang membutuhkan perawatan lebih banyak dari pada sumber tenaga yang tersedia juga pada kejadian bencana alam, pandemi atau kecelakaan masal,” kata dia.
Diharapkan, lanjut dia, dengan diadakan kegiatan pelatihan tersebut para karyawan dan karyawati RSUD Muara Teweh akan mampu dan siap dalam kegawatdaruratan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Adapun Kategori Triase IGD adalah berdasarkan empat warna yang memiliki arti masing-masing adalah pertama, Merah adalah pasien prioritas pertama yang membutuhkan pertolongan segera seperti pasien cedera kepala berat, luka bakar tingkat 3, asma akut, serangan jantung atau syok anafilaktik. Pasien akan dilakukan tindakan medis di ruang resusitasi.
--page
Selanjutnya, kuning berarti pasien dengan kategori kuning juga membutuhkan tindakan segera hanya saja tidak dalam kondisi kritis. seperti korban kecelakaan dengan luka robek. Hijau berarti pasien umumnya mengalami cedera ringan dan masih mampu berjalan, misal luka lecet setelah kecelakaan atau demam tinggi tetapi kondisi masih stabil dan biasanya ditempatkan di ruang observasi.
Hitam berarti kategori ini hanya diperuntukan bagi pasien yang sudah tidak mungkin ditolong lagi atau sudah meninggal ketika di bawa ke IGD.(RAMADHANI/B-5)









