Edy Rahmad Sosiawan yang kini menjabat Direktur PDAM Kabupaten Katingan terpilih sebagai Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Katingan periode 2016-2021 pada Musda PD Muhammadiyah di Komplek Perguruan Muhammadiyah IV di Jalan Semadi Kasongan, Sabtu (13/2) dan Minggu (14/2).


Sementara untuk posisi Sekretaris PD Muhammadiyah Katingan dijabat oleh Sardini.


"Yang jelas amanah yang diberikan kepada saya menjabat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Katingan untuk lima tahun akan datang ini merupakan kepercayaan yang harus kita laksanakan dengan baik," kata Edy Rahmad Sosiawan.


Musda PD Muhammadiyah IV itu dibuka oleh Asisten I Setda Katingan Jainudin Sapri dan dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Tengah HM Muhtar LC.

 

Dalam kesempatan itu, Jainudin Sapri yang mewakili Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan jika pemerintah daerah sangat concern dengan acara keagamaan, baik Islam, Kristen, Hindu Kaharingan dan agama lainnya.


Bahkan pemda setempat, sebut Jainudin sejauh ini telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 20 hektar yang nantinya bakal dibangun Islamic Center yang lokasinya berada di depan rumah jabatan Bupati Katingan. 


"Pak Bupati juga tahun ini membangun taman religius di sekitar Jembatan Kasongan. Ini menunjukkan bahwa beliau mencintai agama," imbuh Jainudin Sapri.


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng HM Yamin Muhtar LC berharap dengan musda ini nantinya bisa terpilih unsur pimpinan PD Muhammadiyah Katingan yang baru guna meneruskan perjuangan Amar Makruf Nahi Mungkar. 

  

"Saya yakin Muhammadiyah ke depan di Kalteng ini akan berkembang," tutur HM Yamin Muhtar LC.


Lebih-lebih, ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya ini, kegiatan Muhammadiyah itu lebih banyak fokus dalam mewujudkan kemajuan diberbagai bidang.


Ada dua hal yang menjadi prioritas yaitu pendidikan dan kesehatan. Tapi faktor lain tentu tidak dilengahkan. Oleh karena itu dalam meningkatkan pendidikan tentu perlu perhatian dalam perangkat pendidikan. "Oleh karena itu anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak," imbuhnya. (GP/m)