ACARA ritual adat Da­yak digelar untuk mengawali dimulai­nya­ pembangunan kantor bupati, DPRD, stadion, masjid agung dan christiani center di Kabupaten Pulang Pisau.


Acara yang dipimpin para te­tua Dayak Kecamatan Kaha­yan Hilir ini dilaksanakan di lokasi pembangunan kan­tor bupati, jalan lintas­ Kalimantan, Kelurahan Bere­ng, Sabtu (13/2/2016).


Acara ritual yang dilaksana­kan selama tiga hari ini diha­diri Sekda Afiadin Husni, Ka­polsek Kahayan Hilir Ipda Su­giarso, dan tokoh masyarakat.


Damang Adat Kahayan Hi­lir, Darius A Kung mengata­kan prosesi ritual ini merupa­kan tradisi masyarakat Dayak Kalteng. Dimana saat akan mendirikan suatu bangun­an, maka harus melakukan ri­tual.


“Kalau sama seperti manu­sia­ kita permisi dulu,  semoga dalam pelaksanaannya, para pe­kerja tidak dapat bahaya ce­laka baik dari mulainya pembangunan sampai selesai, bah­kan hingga digunakan. Semuanya dalam keadaan se­lamat,” terangnya.


Selama prosesi ritual tiga hari itu tidak boleh ada aktivi­tas di lokasi rencana pemba­ngunan.


Sekda Pulpis Afiadin Husni me­ngatakan ritual ini dalam rangka memohon keamanan kepada leluhur. Diharapkan pe­laksanaan pembangunan berjalan lancar.


“Dengan adanya kantor bu­pati, DPRD, stadion, masjid agung, dan christiani center, merupakan gambaran salah satu wajah kabupaten yang me­miliki kantor dan bangun­an yang respresentatif dan men­jadi ikon Pulang Pisau,” katanya.


Pembangunan kantor ini me­rupakan janji kepemimpin­an Bupati Edy Pratowo dan Wa­kilnya Pudjirustaty Nara­ng.


“Kita tentu harus menduku­ng kelancaran dari pembangu­n­an ini,” ujar Afiadin yang ju­ga Plt Kepala Dinas PU Pulang Pisau ini.


Dia menyebut para kontraktor telah berkomitmen me­laksanakan pembangunan­ lebih cepat dari kontrak, bahkan tahun ini ditarget bisa 90%, sehingga pada 2017 su­dah bisa digunakan.


Afiadi menjelaskan untuk tahun ini pembangunan yang di­laksanakan baru dipro­gram­kan untuk bangunannya saja.


“Sedangkan untuk lanskap ba­ru bisa kita anggarkan pa­da 2017,” terangnya.


Dia berharap para kontrak­tor­ bisa konsisten, sehingga pembangunan yang dilaksa­na­kan 2017 tinggal finishing saja.


Lima proyek multi years itu dikerjakan oleh kontraktor­ nasional PT Waskita dan Huta­ma Karya. (B-6)