PARIS Saint-Germain (PSG) dan Chelsea akan bersua di babak 16 besar Liga Champions 2015/16 leg pertama pada Rabu (17/2/2016) dini hari. Laga akan digelar di Parc des Princes, markas PSG.
Berdasarkan catatan Borneonews, kedua tim sudah enam kali bertemu di kompetisi Eropa. Dari enam pertemuan itu, Chelsea lebih superior dengan catatan dua kali menang. Sedangkan PSG hanya menang satu kali. Sisanya berakhir imbang.
Namun, menjelang pertemuan kali ini, kedua tim sudah dalam kondisi berbeda.
Sebagaimana diketahui, the Blues--julukan Chelsea--tengah terseok-seok di kompetisi domestik. Sampai-sampai manajemen harus memecat Jose Mourinho dari kursi kepelatihan dan menggantikannya dengan Guus Hiddink.
Sebaliknya, Les Parisiens--julukan PSG--terus menunjukkan konsistensi permain. Bahkan, anak asuh Laurent Blanc belum pernah kalah di kancah Ligue 1. Dari 25 laga yang dimainkan, PSG hanya tiga kali bermain imbang.
Selain performa yang oke, Chelsea juga harus mewaspadai striker veteran PSG, Zlatan Ibrahimovic. Pasalnya, kapten Timnas Swedia itu sedang panas-panasnya.
Akhir pekan lalu, Ibrahimovic mengukir satu gol dan satu assist untuk membawa PSG menang 2-1 atas sang rival Marseille di pentas Ligue 1 Prancis.
Lalu pada Kamis (11/2), Ibra mencetak dua gol kala PSG menghajar Lyon 3-0 di babak 16 besar Coupe de France.
Dengan brace tersebut, berarti Ibrahimovic sudah mengemas total 31 gol dalam 32 penampilan terakhirnya di semua ajang untuk klub dan tim nasional. Usianya boleh 34 tahun tapi dia bukan lawan sembarangan, tidak terkecuali bagi Chelsea.
Meski begitu, bukan berarti PSG bisa mudah mengalahkan Chelsea pada pertandingan nanti. Pasalnya, the Blues asuhan Guus Hiddink memiliki mental yang berbeda dengan saat masih diasuh Jose Mourinho.
Seperti yang diungkapkan gelandang PSG, Thiago Motta. Menurut pemain Timnas Italia itu, Chelsea sekarang sudah berubah. Sebagai bukti, anak asuh Hiddink tidak pernah kalah dalam sembilan laga terakhir.
“Jauh lebih sulit bagi Chelsea tanpa Mourinho. Mereka sudah berganti gaya,” kata Motta seperti dikutip situs resmi UEFA.
“Dengan Mourinho, mereka sering mengorbankan possession ball dan mengandalkan serangan balik. Sekarang, mereka sudah mau bermain terbuka,” imbuhnya.
Setelah bermain di Parc des Princes, leg kedua akan digelar di Stamford Bridge pada 10 Maret 2016.
(Uefa,com/B-3)








