BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banyaknya lahan milik pribadi, terutama dalam kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat yang terkesan dibiarkan saja oleh pemiliknya membuat pemandangan terlihat kusam dan kumuh sehingga mengurangi keindahan kota.
Lokasi lahan pribadi yang terkesan tidak diurus oleh pemiliknya tersebut bisa lihat di kawasan Jalan Hasanuddin, Jalan Iskandar, Jalan H. M Rafii, Jalan Bhayangkara dan beberapa ruas jalan lain yang tergolong jalan protokol.
Menurut Hadi, salah seorang warga Pangkalan Bun, Rabu, 14 Desember 2022, kondisi lahan pribadi yang terkesan tidak terurus tersebut terkesan mengurangi keindahan kota khususnya lokasi di sekitar lahan yang tidak diurus oleh pemiliknya tersebut.
"Sebenarnya dalam kota Pangkalan Bun, bila dibandingkan dengan daerah lain di Kalteng, bisa dikatakan cukup indah. Namun sayangnya hal tersebut sedikit berkurang lantaran masih ada lahan kosong terutama di sisi jalan besar yang kesannya tidak terurus dan dipenuhi semak belukar," ujarnya.
Walaupun ia memahami lahan tersebut milik pribadi, namun harapannya lahan tersebut bisa dibersihkan agar tidak mengurangi keindahan kota.
"Silakan lihat saja. Bagian plangson ditata sudah cukup bagus oleh pemerintah daerah, kemudian ada rumah atau kantor yang di tempati, namun didekatnya ada lahan tidak diurus, kesannya malah terlihat angker khususnya di malam hari," ujar Hadi.
Selain itu lahan yang tidak diurus tersebut, seringkali dijadikan tempat buang sampah, oleh orang tidak dikenal dan tidak peduli akan kebersihan lingkungan.
--page
"Paling tidak, walaupun lahan tersebut milik pribadi, sebaiknya dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Agar tidak kumuh, kotor dan angker yang bisa mengurangi keindahan kota yang kita cintai ini. Harapannya juga dinas terkait yang berwenang melakukan penataan dan keinginan kota bisa memberikan teguran pada pemilik lahan yang terkesan membiarkan lahan pribadinya tidak diurus dan terlihat kumuh serta penuh semak belukar," ujarnya. (TIM BORNEONEWS/B-11)









