BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering mendorong Pemprov Kalteng agar dapat semakin meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dari setiap aparatur sipil negara (ASN) yang masih terbatas di Kalteng.
"Peningkatan kualifikasi dan kompetensi ini penting agar ASN di Kalteng dapat adaptif dan mampu meningkatkan kapabilitas dirinya dalam menjalankan birokrasi yang transparan dan akuntabel," kata Freddy, Rabu, 14 Desember 2022
Freddy menerangkan, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas ASN ini yaitu dengan menjadikan Kalteng sebagai salah satu tempat pendidikan dan latihan (Diklat) representatif.
"Kita perlu ASN berkualitas yang memiliki keterampilan, kemampuan, serta loyalitas kerja yang tinggi kepada suatu organisasi pemerintahan. Apabila Kalteng mampu menjadi lokasi Diklat representatif, itu akan menjadi peluang besar terutama dalam peningkatan SDM)," ucapnya.
Dalam rangka mewujudkan diklat representatif, Pemprov Kalteng dapat mengambil referensi dari Provinsi Bali. Sebab melalui BPSDM provinsi itu, Bali sudah memenuhi kualifikasi sebagai tempat diklat yang representatif, misalnya untuk pelaksanaan Diklat Kepemimpinan (PIM), yang artinya sebagai tempat Diklat, Bali sudah otonom atau berdiri sendiri.
"Apa yang diterapkan Provinsi Bali sebagai lokasi diklat representatif tentunya bisa menjadi referensi bagi Pemprov Kalteng. Apalagi sebagai tempat diklat yang otonom sedikit banyak juga akan memberikan dampak positif lain bagi daerah, salah satunya pendapatan daerah yang meningkat," tuturnya.
--page
Diaebutkan freddy, masih terdapat sejumlah kekurangan bagi Kalteng untuk menjadi lokasi Diklat representatif. Selain ketersediaan sarana serta fasilitas penunjang yang belum memadai, kualifikasi ASN Kalteng yang terbatas untuk menjadi pemateri diklat juga menjadi salah satu hambatan.
"Kami harapkan hal ini dapat ditindak lanjut dengan baik dan serius oleh pemerintah daerah. Pemerintah harus bisa serius dalam pemenuhan sarana atau fasilitas pendukung, termasuk SDM. Bali memiliki 15 orang lebih sedangkan Kalteng hanya memiliki 4 sampai 5 orang, ini perlu diperhatikan," imbuhnya. (DONNY D/B-11)









