BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalimantan Tengah (Kalteng) melihat ada berbagai hambatan yang menjadi tantangan dalam pembangunan Kalteng.
Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng Kaspinor mengatakan hambatan tersebut dimulai pada tahun 2020 dengan adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian terpuruk.
Kemudian disusul, pertumbuhan ekonomi melambat dan inflasi tinggi, pada tahun 2022, naiknya harga harga barang makanan dan beberapa bahan pokok sampai naiknya harga BBM mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
Setelah itu ditambah adanya bencana banjir yang hampir selalu ada di tiap tahun pada beberapa tahun terakhir ini.
“Tantangan ini harus memacu kita untuk dapat bekerja keras melaksanaan perencanaan pembangunan daerah,” ungkap Kaspinor di Aula Bappedalitbang Kalteng, Rabu, 26 Oktober 2022.
--page
Dia menuturkan evaluasi jangka pendek pembangunan daerah dilaksanakan setiap bulan atau triwulan bermanfaat untuk mengetahui permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah.
Sehingga secara cepat dapat diketahui dan dapat segera diambil keputusan langkah langkah penyelesaian permasalahanya sehingga keterlambatan pelaksanaan bisa diminimalkan. (HERMAWAN DP)









