LAPORAN: TIM BORNEO

Bermodus pura-pura ikut salat dhuhur berjamaah di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Karang Intan, Kabupaten Banjar, Muriadi (36), salah seorang narapidana, berhasil kabur dengan memanjat tembok menggunakan bantuan balok kayu dan kain sarung yang diikat, Minggu (14/2/2016) sekitar pukul 12.30 Wita.

Ketika sebagian petugas jaga lapas serta sejumlah narapidana sedang salat berjamaah, warga Jalan Harapan Maju, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut itu diam-diam melakukan aksinya.

“Memang benar satu napi di Lapas Narkotika Karang Intan telah kabur,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel Harun Sulianto di Banjarmasin, Minggu (14/2/2016).

Ia mengungkapkan, saat ini petugas Lapas Narkotika Karang Intan dengan pihak Kepolisian dari Polres Banjar telah berkoordinasi untuk melakukan pengejaran.

“Tim dari Kanwin Kemenkumham Kalsel juga akan melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada petugas yang diduga lalai.”

Empat tahanan Polsek Banjarbaru kabur
Beberapa jam sebelumnya pada hari yang sama di Kota Banjarbaru, empat tahanan Polsek Banjarbaru Barat juga melarikan dari ruang tahanan, Minggu (14/2/2016) sekitar pukul 04.00 Wita. Keempat pesakitan itu kabur setelah menggergaji teralis besi di bagian belakang sel tahanan.

Empat tahanan yang kabur yakni Agus dan Muhammad Rizal, keduanya merupakan tahanan yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan. Kemudian, dua tahanan lainnya yakni Muhammad Said tahanan kasus pencurian dengan pemberatan dan Henry Setyawan tahanan kasus kepemilikan senjata tajam.

“Keluarga tahanan yang kabur sudah kami dekati. Harapannya, bisa membujuk mereka jika ada komunikasi dan kami minta empat tahanan juga menyerahkan diri,” cetus Kapolres Banjarbaru AKBP Harun Yuni Aprin. (B-12)