BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kegaiatan pelatihan petugas kaji cepat bencana Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB di Bogor, telah berakhir.
Terkait itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, pelatihan tersebut merupakan momen yang sangat penting untuk menambah wawasan.
"Yang mana selama mengikuti pelatihan, semua tenaga, pikiran dan konsentrasi para peserta terfokus pada kegiatan latihan ini, tetapi semua pengorbanan ini tidaklah sia-sia, karena saya yakin dan percaya selama mengikuti pelatihan ini para peserta telah mendapatkan ilmu dan wawasan sebagai bekal," kata Sinaga, Sabtu, 17 Desember 2022.
Terutama, sebagai bekal untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan bencana alam di wilayah secara terpadu, terencana dan berkesinambungan.
"Serta saya ucapakan terima kasih dan penghargaan kepada widyasuara/pengajar, pelatih dan para peserta yang tulus atas kerja kerasnya sehingga pelatihan ini terselenggara dengan lancar, tertib dan sukses," ucapnya.
--page
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan risiko bencana. Pertama, manusia tidak dapat memahami suatu resiko menjadi bahaya. Kedua, keterkaitan kerentanan alam dengan pemanasan global.
"Ketiga ketidakberdayaan manusia dalam menyikapi alam, dan keempat ketidaksediaan atau masih kurangnya sistem peringatan dini," jelasnya.
Sebelumnya, pelatihan yang dilaksanakan sejak tanggal 12 - 14 Desember 2022 tersebut resmi ditutup oleh Kepala Pusdiklat PB BNPB yang diwakili Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Joko Sri Wismoko.
Penyelenggaraan pelatihan ini diikuti oleh 14 orang termasuk pendamping. Peserta terdiri atas TNI, Polri, Dinsos, Dinas PUPRPKP dan BPD Kabupaten Kapuas.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Nomor perihal pembentukan TRC di tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Bertujuan untuk meningkatkan respon pemerintah kabupaten kapuas dalam memberikan pelayanan penanggulangan bencana kepada masyarakat terutama pada saat tanggap darurat.
--page
Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Joko Sri Wismoko dalam laporanya menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas adalah yang pertama kali mengirimkan TRC untuk mengikuti pelatihan di Pusdiklat PB BNPB.
Meski waktunya singkat, semua peserta lulus dengan nilai sangat memuasakan, sangat baik dan baik. "Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kapuas dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas yang telah mempercayakan pelatihan di Pusdiklat PB BNPB," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









