BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid mendorong pemda serta masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan terbatas dengan menerapkan sistem tumpang sari dalam hal mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun perkebunan.
Dia mengatakan, menerapkan sistem tumpang sari menjadi salah satu solusi bagi pemda maupun masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Sebab, sistem ini terintegrasi dalam satu tempat pengembangan baik pertanian, peternakan, perikanan serta perkebunan. Dengan demikian, pengelolaan lahan akan lebih optimal.
"Kalteng ini harus dapat mencontohkan provinsi tetangga yakni Kalsel. Di mana mereka sudah selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan sektor pertanian, terutama menerapkan program integrasi pertanian. Kita harus lebih banyak belajar lagi untuk dapat mengimplementasikan hal itu," ucapnya, Sabtu, 17 Desember 2022.
Dia menceritakan, saat pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Kalsel, disana mereka banyak memdapatkan informasi penting, salah satunya yaitu mengenai program integrasi pertanian yang diterapkan provinsi tersebut, di mana perkebunan karet sudah menerapkan sistem tumpang sari, dan di lokasi yang sama ada juga peternakan dan perikanan.
"Pemda dan masyarakat Kalsel sangat pandai memanfaatkan luas lahan mereka yang terbatas dengan baik. Mereka sudah menerapkan sistem tumpang sari di mana sistem itu terintegrasi dalam satu tempat ada pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan," jelasnya.
--page
Oleh karena itu, dirinya berharap pemda di Kalteng juga dapat mengimplementasi hal sama baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan dengan menerapkan sistem tumpang sari agar dalam hal pengelolaan lahan bisa lebih produktif dan optimal.
"Dengan sistem tumpang sari, maka dari segi pemanfaatan lahan akan lebih produktif. Di mana dalam satu kawasan lahan bisa menghasilkan banyak keuntungan dan juga hemat lahan, hemat biaya pupuk, hemat pakan, hemat biaya operasional dan lain sebagainya," pungkasnya. (DONNY D/B-7)









