BUPATI Barito Utara (Barut) Nadalsyah diisukan mendapat jatah atau fee dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di kabupaten tersebut.


Isu tak sedap itu awalnya muncul saat acara musya­warah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) di Desa Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, belum lama tadi.


Dan yang melontarkan isu tersebut tak lain adalah peserta yang hadir dalam Musrenbang. Kala itu, salah seorang hadirin bertanya kepada Nadalsyah yang menghadiri acara itu, “Apakah benar banyak perusahaan di Barut yang tutup karena dampak bupati meminta fee dari perusahaan?”


Atas tudingan itu Nadalsyah langsung menyangkalnya. Menurut dia, apa yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat itu tidak benar.

Menurut Bupati, awal mula isu itu muncul pada Januari 2015 di desa Lampeong, ada salah satu nara sumber Musrenbang desa menjawab pertanyaan dari warga yakni mengapa perusahaan yang ada di Barito Utara banyak yang tutup.


Salah satu nara sumber tersebut menjawab bahwa perusaan banyak yang tutup karena bupati meminta fee untuk mengadakan acara besar yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah seperti HUT kabupaten dan lainnya.


Menurut Bupati, itu keliru. Ia menerangkan, yang benar bahwa perusahaan tambang yang tutup karena harga batubara turun drastis seiring dengan harga minyak dunia yang juga turun, di mana minyak dunia dulu mencapai 140 US Dolar per barrel, kini hanya di bawah 30 US per barrel.


“Kini pemakaian bahan bakar minyak dialihkan ke batubara,  tidak berselang lama harga minyak juga turut anjlok hinggga di bawah harga batubara, sehingga perusahaan berpikir untuk tetap beroperasi dan mempertimbangkan kerugian yang akan terjadi,” jelas Bupati di hadapan peserta Musrenbang di Kecamatan Teweh Baru, Senin (15/2/2016).


Selain itu, perusahaan sawit juga mengalami penurunan harga, dan juga karet tidak terlalu dipakai oleh negara lain, karena saat ini sudah ada karet sintetis yang diproduksi oleh Amerika dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah

. “Sehingga karet tidak terlalu diekspor keluar negeri, ini yang menjadikan harga karet anjlok.”


Nadalsyah kembali mene­gaskan bahwa ia tidak pernah minta fee dari perusahaan, apabila ada ia siap turun dari jabatannya.  (DN/B-5)