DINAS Kesehatan (Dinkes) Barito Timur (Bartim mengakui keberadaan sarana maupun prasarana sebagai pendukung kinerja bidan di pelosok kabupaten ini berpengaruh terhadap pelayanan mereka.


Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bartim Teddy Taroreh, dari segi jumlah bidan sebenar­nya telah mencukupi dan mereka bisa menjangkau pelayanan hingga ke pelosok di 10 kecamatan. Hanya saja karena terbentur prasarana Polindes yang belum memadai sehingga pelayanan mereka terbatas.


“Sarana penunjang medik seperti Bidan KIT memang telah lengkap di tiap Polindes, namun untuk prasarana penunjang masih perlu ditingkatkan. Beberapa Polindes ada yang telah berumur dan rusak,” kata Teddy, Senin (15/2/2016).


Kondisi rumah dinas yang kurang layak menjadikan bidan tidak betah mendiami prasarana dan lebih memilih pulang pergi dari desa atau tinggal ke pemukiman lain di desa sekitarnya.


Namun, sambung Teddy, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan peran bidan di pelosok melalui upaya pembenahan prasarana pendukung tersebut secara bertahap.


Pihaknya juga menyiasati sistem pelayanan dengan cara pemantauan wilayah kerja tiap bidan. Secara aktif, tenaga bidan terus diinstruksikan memantau perkembangan masa kehamilan warga di wilayahnya untuk membantu proses melahirkan calon ibu.


“Kami juga terus berusaha meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya persalinan melalui bantuan bidan dengan cara merangkul bidan kampung untuk mendukung prosesi melahirkan,” tandasnya.


Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bartim Mayerni juga mengatakan, kinerja bidan masih terbentur keterbatasan sarana hunian. Polindes banyak yang rusak dan butuh rehab. Kondisi itu turut diperparah dengan keterbatasan air bersih di sana. (Tbs/B-5)