SEBAGIAN petani di Kecamat­an­ Pulau Malan, Kabupaten Katingan mengeluhkan sulit­nya menjual pisang jenis ma­holi.


Tiyo, pemilik kebun pisang di Desa Tewang, Kecamatan Pu­lau Malan menuturkan ji­ka pengepul pisang di desa­nya­ sejak sebulan terakhir sa­ngat jarang membeli pisang maholi.


“Saat ini mereka hanya mem­beli pisang kepok, am­bon,­ dan pulau pinang,” sebut­ Tiyo, Senin (15/2/2016).


Padahal dari seki­tar tiga hek­tare kebun pisangnya, pa­ling banyak ditanam jenis maholi.


“Kita enggak tahu kenapa se­karang pisang maholi tidak di­lirik lagi, padahal sebelum­nya­ sempat laris,” katanya.


Meski kadang ada pengepul yang membelinya, namun pisang maholi hanya dihargai murah. Yaitu Rp1.000 sampai R 1.500 per kilo.


Padahal sebelumnya pisa­ng­ jenis ini masih dihargai pengepul Rp2.500 per kilo.


Gara-gara tidak dilirik pem­beli, sehingga pemilik kebun pisang maholi tidak jarang membiarkannya masak di pohon dan dimakan buru­ng­ dan kera.


Camat Pulau Malan, Ad­ven­tus mengatakan jika daerahnya lama ini merupa­ka­n penghasil buah pisang terbesar di Katingan.


Namun dia belum tahu jika pisang maholi dari daerahnya itu harga jualny­a anjlok.


“Sampai saat ini setiap hari masih banyak mobil pi­kap yang mengangkut pisang dari daerah kami, baik jenis maholi, kepok, am­bon, dan lainnya,” kata­ny­a. (GP/B-6)