AKHIR-akhir ini daya beli masyarakat terhadap berbagai macam kebutuhan, terutama warga Kasongan dan Kereng Pangi, Kabupaten Katingan menurun.
Pedagang di Pasar Kereng Pangi menuturkan jika menurunnya daya beli masyarakat ini terjadi sejak akhir Desember 2015.
“Iya, sekarang daya beli warga menurun dibanding sebelumnya. Biasanya beras dan gula paling ramai dicari, tapi sekarang sudah agak jarang,” sebut Dewi, pemilik toko sembako di Pasar Kereng Pangi, Senin (15/2/2016).
Biasanya dalam sehari 10 hingga 15 sak beras isi 5, 10 dan 20 Kg terjual.
Namun sekarang dalam sehari rata-rata hanya lima sak. Itupun yang paling banyak dicari yang kemasan 5 Kg.
“Demikian gula pasir, penjualannya juga turun tidak seperti dulu lagi. Memang setiap hari ada saja warga yang belanja, tapi tidak seramai dulu,” katanya.
Dewi mengakui jika menurunnya daya beli masyarakat ini karena anjloknya harga buah kelapa sawit.
“Kemarin ada langganan kita, karyawan perusahaan bilang kalau pendapatan mereka setelah harga sawit murah berkurang karena jam lemburnya dikurangi. Otomatis pendapatannya juga berkurang,” ucapnya.
Rendahnya daya beli ini juga dikeluhkan pemilik warung tenda yang mangkal menjelang petang hingga larut malam di tepi Jalan Tjilik Riwut, Kereng Pangi.
“Memang akhir-akhir ini warga yang makan di warung sedikit berkurang dibanding sebelumnya,” sebut Yono, pemilik warung tenda Kereng Pangi yang menyediakan nasi goreng dan ayam kalasan ini.
Yono pun harus membatasi bahan yang disiapkan untuk dijul, misalnya mengurangi daging ayam dan nasinya.
“Kita berharap daya beli warga kembali seperti sebelumnya. Paling tidak setiap malam ada 20 orang yang makan di warung kita,” harapnya. (B-6)


