HINGGA siang hari pun, tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Jalan Tilung dekat pertigaan jalan RTA Milono, Senin (16/1) tidak terjamah pasukan kebersihan kota.


Salah satu warga disekitar lokasi TPA, Rahmat mengaku heran dengan lokasi TPS yang tidak terlalu jauh masuk alias mudah terjangkau karena di jalan utama, kok malah bisa terlewat dari truk pengambil sampah. “Biasanya tidak setumpuk ini, apalagi sampai meluber,” tutur Rahmat.


Padahal, pengelolaan kebersihan saat ini sudah agak tertib dibanding rezim pengelolaan sebelumnya. Sebab saat ini sudah dibentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD) tersendiri yaitu UPTD Kebersihan.


Di era pengeloaan dibawah kendali Kepala dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan (Disciptarum) Rojikinnor, diberlakukan pengawasan cukup ketat. Antara lain adanya Pos Jaga Kebersihan yang ditempatkan di seberang kantor walikota. Saat dikonfirmasi hal ini, Rojikinnor langsung tanggap merespon.


“Kita akan cek dan lakukan penanganan,” katanya.


Fakta ini mendapat respon wakil rakyat. Salah satunya datang dari Alfian Batnakanti, Anggota Komisi B. Menurutnya, persoalan sampah memang harus menjadi perhatian serius. Apalagi pemerintah kota sudah membuat UPTD yang bertugas khusus dan anggaran di Disciptarum pun termasuk cukup.


“Saya pikir harus ada kerjasama antara dinas terkait, petugas kebersihan, dan masyarakat. Kalau ada temuan demikian dilaporkan saja agar segera ditangani. Semakin cepat respon semakin baik agar sampah dapat dientas, katanya.
(RZ/B-12)