Persoalan drainase di Kota Palangka Raya masih ada yang belum tertangani dengan baik. Salah satunya berada di Jalan Piranha Induk.

Di ruas jalan beraspal itu, sebelah kiri (dari jalan Rajawali) sudah terbangun drainase oleh pemerintah. Namun di sisi yang sebelah kanan, justru tidak tergubris.


Sayangnya, rentang pembangunan itu sudah cukup lama. Seperti diakui warga jalan Piranha Induk, Cipto. Ia menuturkan untuk drainase Jalan Piranha yang sebelah kanan tersebut sudah sekitar tujuh tahun berselang.


“Kalaupun ada yang membangun drainase itu karena warga sendiri, yang depan rumahnya saja yang dibangun mereka. Ini dibiarkan sudah berlangsung sejak 2008 atau tujuh tahun yang lalu, karena yang kiri dibangun sekitar 2008 lalu,” tuturnya.


Padahal seharusnya drainase sisi sebelah kanan ini mampu memecahkan arus air dari saluran sebelumnya, seperti jalan Sapan dan jalan Paus. Di kawasan inilah seringkali persoalan banjir muncul dan menjadi protes warga ketika hujan lebat mengguyur kota cantik.


Sementara itu kepada Borneonews, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Palangka Raya Harry Maihadi mengatakan persoalan kenapa belum juga dilakukan pembangunan drainase di salah satu sisi Jalan Piranha tersebut karena tergantung skala prioritas.


“Untuk drainase, itu kita programkan dan anggarkan setiap tahun, sesuai dengan skala prioritas,” ujar Harry singkat. (RZ/B-12)