HIDUP di asrama sekolah dengan kontrol ketat, tak membuat enam siswa SMK Negeri 2 Dusun Selatan (Dusel), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), terhindar dari kenakalan remaja. Dengan mencuri alkohol dari laboratorium sekolah, lalu mengoplosnya dengan minuman vitalitas Extrajoss, pesta minuman keras (miras) pun digelar. Namun, berujung maut pada diri HP (16 tahun), salah satu dari mereka.
“Padahal, setiap malam kita melakukan kontrol terhadap asrama,” kata Koordinator Asrama SMKN 2 Dusel, Margono, kepada Borneonews, usai didatangi pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barsel, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (15/2/2016).
Pesta miras di asrama eks Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) itu berlangsung pada Kamis (11/2/2016) sore di tempat pemandian Sungai Wendu, di belakang asrama. Namun, ulah me-reka baru ketahuan oleh pe-ngurus asrama pada Jumat (12/2/2016) malam.
‘’Pada saat itu kita melihat ada beberapa siswa yang tidak mengenakan baju dan mengoceh tak karuan. Setelah ditanya, mereka me-ngaku habis minum alkohol dicampur dengan Extrajoss,” tutur Margono.
Jatuh-bangun
Petugas asrama pun mendapat laporan dari siswa yang kedapatan teler itu bahwa ada satu temannya dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri, yaitu HP. Sebelum pingsan, warga Dusun Hingan -- sekitar 80 kilometer dari SMKN 2 -- itu mengalami jatuh-bangun.
Petugas kesehatan segera dipanggil dan segera membawa HP ke UGD RS Jejaga Sesameh, Buntok, pada pukul 19.30 WIB. Namun, sekitar pukul 22.30, nyawa anak pasangan Harwanso dan Hetiana itu tak tertolong.
Berdasarkan pengakuan kawan-kawan HP, alkohol yang mereka tenggak dicuri dari laboratorium sekolah dengan cara mencongkel teralis, pada Kamis (11/2/2016). Pelakunya adalah HO. Yang dia ambil adalah ethanol (jenis alkohol rantai tunggal) dengan kadar 95% dan ukuran 2,5 liter.
Pengawas SMKN 2 Dusel, Hampeto, meminta lebih memperketat pengawasan asrama. “Jangan sampai peristiwa seperti ini terjadi lagi,” katanya.
Kapolsek Dusel, AKP Tri Prasetyo, mengaku tengah mendalami kasus tersebut. “Sementara ini kita masih mengumpulkan keterangan guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (B-1)
Laporan : Uriutu Djaper (Barsel)


