BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengaku sangat kecewa dengan aksi vandalisme di Terowongan Nur Mentaya. Dia menegaskan, Terowongan Nur Mentaya bukan milik pemerintah, melainkan milik masyarakat. Jadi, kata dia, sudah sepatutnya masyarakat turut menjaga, jangan sampai ada aksi perusakan di Terowongan Nur Mentaya.
Halikinnor menyoroti pot yang pecah dan ornamen hilang di terowongan nur mentaya. "Kalau sampai ada yang pecah seperti itu berarti sebuah kesengajaan," ujarnya.
Bupati menegaskan, meski ada Polsek Baamang, seluruh masyarakat diimbau untuk turut menjaga fasilitas umum. Sebab, apabila terjadi kerusakan, akan memerlukan biaya perbaikan lagi. Kerusakan juga menghilangkan keindahan Terowongan Nur Mentaya.
Bupati Kotim melanjutkan, sejak diresmikan, 10 Desember 2022, Terowongan Nur Mentaya memunculkan ekonomi baru. Banyak masyarakat berjualan di sana karena ramainya pengunjung.
"Tolong yang berjualan bawa tempat sampah sendiri atau karung goni untuk tempat sampah. Petugas kebersihan memang sudah ada, paling (membersihkan) sisa-sisanya. Kalau bisa bersih semua," ujarnya.
--page
Selain itu, Halikinnor juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan parkir di Terowongan Nur Mentaya. Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh pengunjung menata dengan baik parkir kendaraannya. (DEWIP/B-7)









