KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengajak masyarakat setempat agar budayakan falsafah belum bahadat.

"Kita kan ada falsafah rumah betang dan belum bahadat, kita menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati," ujar Jaya, Jumat, 23 Desember 2022.

Olehkarena itu, kata Jaya jika ada kekurangan dari pemerintah daerah, masyarakat Gunung Mas diminta untuk menyampaikan kritik, saran dan masukan yang membangun.

"Kalau ada saran masukan, kritikan yang membangun jangan sungkan sampaikan untuk kami pihak pemerintah, demi kelancaran kemajuan kita bersama," terangnya.

Suami Mimie Mariatie ini mengatakan, bisa juga memberikan saran, masukkan atau kritikan membangun melalui media sosial, Jaya mengatakan tidak perlu menjelek-jelekkan atau menyebar kebencian.

--page

"Mari saling menguatkan, kami mohon dukungan dan doa agar kita bisa bersama- sama membangun Gunung Mas menjadi lebih baik," tukas Jaya. 

Sementara itu, Ketua Harian Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas Herbert Y Asin menjelaskan bahwa falsafah belum bahadat yakni terkait bagaimana tata krama atau sopan santun antar sesama.

"Belum bahadat itu termasuk, tata krama, etika, dan saling menghormati dan saya pesan jauhi narkoba, karena jika sudah terkontaminasi narkoba, seseorang ketika berperilaku bisa tidak menghiraukan falsafah belum bahadat ini," ujar Herbert. (RISKA YULYANA/B-5)