MARAKNYA isu tentang gangguan mental atau Mental Illness kini telah menjadi masalah yang serius di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, masalah yang timbul menjadikan beban pikiran bagi seseorang. Masalah yang tak kunjung selesai lama-kelamaan tertumpuk dan menjadikan masalah bagi jiwa dan mental. Masalah perihal Mental Illness juga banyak menimpa remaja, sebagian besar gangguan kesehatan mental muncul pada masa remaja.
Sekitar 49,5% Remaja usia 13 – 18 tahun mengalami gangguan mental dan 22,2% diantaranya mengalami penyakit mental berat (Alodokter). Sejumlah faktor yang mempengaruhi tingginya angka remaja yang mengalami gangguan mental (Mental Illness) bisa jadi depresi karena stres yang mendalam di pikiran, atau trauma kehilangan sesuatu dan seseorang.
Tekanan batin karena lingkungan sekitar atau orang tua, kurang perhatian atau kasih sayang, dll. Ini juga menjadi penyebab stres atau depresi bagi banyak remaja yang memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang dan rutin mengonsumsi alkohol atau minuman keras.
Salah satu solusi yang dapat mengurangi ataupun meningkatkan daya tahan remaja dari mental Illness ini adalah agama. Jika seseorang dihadapkan pada situasi yang sulit, ia menggunakan pertimbangan berdasarkan nilai-nilai moral yang bersumber dari agama. Untuk meningkatkan kesehatan mental, kemampuan berpikir positif perlu dikembangkan.
Dalam kitab suci Alquran, terdapat banyak surah yang menjelaskan tentang kesehatan. Ketenangan jiwa juga dapat dicapai dengan dzikir kepada Allah. Zikir juga mampu mengingaatkan seseorang bahwa yang membuat dan menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT semata, sehingga zikir mampu memberi sugesti penyembuhan, rasa takwa dan perbuatan baik merupakan metode pencegahan dari rasa takut dan sedih.
--page
Perlunya ditanamkan pada diri remaja di Indonesia pentingnya belajar agama sebagai pondasi untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan dan juga untuk meningkatkan daya tahan remaja akbiat Mental Illness ini. Bila Pemahaman remaja terhadap agama maka semakin sehat juga kondisi mentalnya.
Penulis: Muhammad Rizki Kurniawan/Mahasiswa IAIN Palangka Raya









