BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 36 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen dan Katholik pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.
Pemberian remisi khusus ini diserahkan oleh Kalapas Sampit Agung Supriyanto secara simbolis kepada perwakilan WBP pada acara perayaan Hari Raya Natal yang diikuti Pegawai dan WBP yang beragama Kristiani di Gereja Lapas Sampit
Agung mengatakan remisi khusus ini diberikan pada saat hari-hari besar keagamaan seperti Hari Raya Natal, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Waisak, Hari Raya Nyepi serta Hari Raya Imlek dan diberikan kepada WBP sesuai dengan agama yang dianutnya.
"Namun untuk memperoleh remisi para WBP harus telah memenuhi syarat adninistrativ yaitu telah menjalani pidana minimal enam bulan, syarat substantiv yaitu berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan dan telah menunjukkan penurunan tingkat resiko. Semua ini tertuang kedalam SPPN (Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana)" katanya.
Agung menambahkan bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, maka dari 44 orang WBP yang beragama Kristen dan Katholik, Lapas Sampit mengusulkan sebanyak 36 orang WBP untuk memperoleh remisi khusus Natal 2022 dan 8 orang tidak diusulkan mendapatkan remisi khusus dikarenakan tidak memenuhi persyaratan yang diantaranya bahwa 4 orang WBP masih berstatus tahanan, 2 orang WBP belum mencapai 6 bulan menjalani pidana dan 2 orang WBP telah memasuki pidana pengganti denda (subsider).
"36 WBP Lapas Sampit tersebut berhak mendapatkan Remisi Khusus Natal 2022 dengan besaran remisi bervariasi yaitu 9 orang WBP memperoleh RK sebesar 15 hari, 26 orang WBP memperoleh RK sebesar 1 bulan dan 1 orang WBP memperoleh RK sebesar 1 bulan 15 hari" bebernya
Untuk Hari Raya Natal tahun ini dilakukan kegiatan berupa Ibadah Natal dan perayaan Natal yang diisi dengan pembacaan remisi, penyerahan remisi, penyerahan surat bebas, penyerahan bingkisan serta pembacaan Sambutan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia.
--page
"Dalam rangka pengamanan serta layanan pada Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, selain kami menambah jumlah pegawai Lapas yang bertugas, kami juga mendapatkan dukungan bantuan keamanan dari Satuan Samapta Kepolisian Resor Kotawaringin Timur melalui program patroli sambang. Semua rangkaian kegiatan di Hari Natal dapat berjalan dengan lancar dan aman" pungkasnya. (BUDDI RAHMAT H/B-6)









