SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pedagang sekitar penerangan jalan umum (PJU) Terowongan Nur Mentaya mulai berbenah. Kondisi sampah yang akhir-akhir ini meresahkan, kini beberapa pedagang terlihat telah membawa kantong sampah, Sabtu, 24 Desember 2022.

"Ini nanti kalau mau tutup kami punguti sampahnya," kata Marni, salah satu pedagang. Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor telah beberapa kali mengingatkan tentang menjaga kebersihan di ikon baru itu.

Jumat 23 Desember 2022 pun sampai mengerahkan Satuan Organisasi Pemerintah Daerah (SOPD) Kotim untuk gotong royong membersihkan kawasan Terowongan Nur Mentaya.

Bupati tampak turut berbaur dalam keramaian Terowongan Nur Mentaya, Sabtu 24 Desember 2022.

"Saya mengimbau untuk kita semua agar senantiasa sadar dan peduli terhadap Terowongan Nur Mentaya," imbaunya.

Bupati juga mengimbau pedagang membawa tempat sampah atau kantong sampah. Namun himbauan itu hanya dilaksanakan beberapa pedagang saja.

Meski ada beberapa pedagang mengaku telah membawa kantong sampah dan memunguti sampah setelah berjualan. Masih tetap ada pedagang nakal yang tidak patuh.

Kondisi sampah ini terpantau pada Minggu pagi 25 Desember 2022. Terlihat beberapa kantong sampah besar dibiarkan begitu saja di atas drainase.

Ada pula beberapa sampah berserakan, namun kondisi ini tidak separah sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pedagang mulai sedikit berbenah dalam menjaga kebersihan.

Masalah kebersihan tentu bukan hanya tanggung jawab para pedagang, melainkan juga pengunjung Terowongan Nur Mentaya. Sebagai pengunjung jangan pernah ragu menanyakan keberadaan tempat sampah.

--page

Terowongan Nur Mentaya membawa dampak positif terhadap perekonomian setelah masa Pandemi Covid-19. Sudah sepatutnya seluruh masyarakat turut menjaga kebersihan dan keamanannya agar tetap indah.

"Harapannya Terowongan Nur Mentaya tetap di jaga, jangan sampai mati-mati lampunya dan jangan sampai keindahannya terusik sampah," kata Tuti, salah satu pengunjung. (DEWIP/B-6)