PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Momentum menyambut malam pergantian tahun tentunya identik dengan kemeriahan tidak terkecuali banyak orang yang bermain kembang api yang sudah menjadi tradisi masyarakat diseluruh dunia termasuk Indonesia.

Menanggapi hal itu Legislator Kalteng, Siswandi mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terutama ketika bermain kembang api.

Sebab, jika tidak berhati-hati dan waspada, permainan kembang api bisa menjadi hal yang berbahaya, karena bisa saja menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

"Percikan api yang dihasilkan bisa menyebabkan kebakaran, kembang api juga dapat merusak hal-hal di sekitar. Oleh karena itu, dalam aturan bermain kembang api selalu tertera imbauan agar dimainkan di tempat terbuka atau di area yang minim perumahan," tuturnya, Senin, 26 Desember 2022.

Selain percikan kembang api bisa menimbulkan kebakaran, percikannya juga bisa bisa mengakibatkan luka bakar jika terkena tangan atau bagian tubuh lainnya. Untuk itu, sangat diharapkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam bermain kembang api, terutama pada anak-anak.

"Silahkan saja jika ingin merayakan momentum pergantian tahun, tapi harus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan potensi bahaya yang ditimbulkan. Ketika bermain kembang api kami harap orang tua melakukan pengawasan ekstra pada anak-anak, sehingga perayaan malam pergantian tahun tidak berubah menjadi bencana," ujarnya.

--page

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang kerap terjadi saat momentum pergantian tahun baik itu diakibatkan tegangan listrik arus pendek.

"Angka kebakaran akibat tegangan listrik arus pendek dan kembang api selalu mengalami peningkatan menjelang perayaan tahun baru. Perlu adanya langkah antisipasi dari masyarakat, misalnya melakukan pengecekan listrik sebelum melaksanakan mudik dengan mematikan sebagian lampu yang tidak diperlukan," tukasnya. (DONNY D/B=6)