PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Emiten perkebunan dan industri kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menuntaskan 100 persen sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO dan terus mengejar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO yang kini telah mencapai 90 persen.

RSPO merupakan standar global bagi perkebunan kelapa sawit untuk memperlihatkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan ISPO merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan.

"Untuk RSPO, saat ini perseroan masih menyisakan PT Mirza Pratama Putra atau MPP yang diakuisisi pada 2015 lalu," kata Vice President sekaligus Head Corporate Secretary Perseroan Swasti Kartikaningtyas dalam rilisnya pada Senin, 26 Desember 2022.

Sementara yang masih dalam proses review RSPO, jelasnya, yaitu sertifikasi independent smallholder dari satu kelompok tani yang disertifikasi pada 2019.

Dalam hal ini, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM berjumlah 614 petani dengan luasan 1.365 hektare.

"Saat ini, proses sertifikasi 90 persen independent smallholder Mekar Mulya sejumlah 129 petani dengan luasan garapan 556 hektare masih menunggu membership dari RSPO," jelas Swasti. (TESTI PRISCILLA/B-6)