SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sempat menjadi Kabupaten yang mengalami inflasi tertinggi secara nasional, Kabupaten Kotawaringin Timur berbenah dengan melakukan pengendalian inflasi dan salah satunya dari sektor pertanian.

Dinas Pertanian Kotim yang termasuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga terlibat dalam rangka pengendalian terhadap inflasi dari sektor pertanian dan telah melakukan beberapa langkah dalam mengintervensi harga pasar.

"Salah satu upaya kita karena pengendalian inflasi itu ada di komoditas bawang merah yang sebagai pengisi utama terus juga aneka cabe, habis itu dengan telur ayam ras yang persentase inflasinya besar maka salah satu hasil koordinasi kita dengan pemerintah daerah kita membuka gelar pasar murah yang dilaksanakan 1 minggu 3 kali," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kotim Permata Fitri usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Mendagri secara virtual di Diskominfo Kotim, Senin, 26 Desember 2022.

Dia melanjutkan, pasar murah tersebut menjual beberapa kebutuhan bahan pangan diantaranya bahan yang menjadi penyumbang inflasi dan diberikan subsidi sehingga bisa dibeli dengan harga murah dibandingkan harga pasar, dilakukan setiap Senin, Rabu dan Jumat di area Taman Kota Sampit tersebut, pihaknya mengambil bagian dalam menyediakan telur ayam, bawang merah dan cabai.

selain pasar murah, dirinya juga menyebutkan ada beberapa upaya yang dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi di ujung tombak sektor pertanian, yang merupakan Intruksi langsung dari Bupati Kotim.

"Kita ada rapat koordinasi dengan Bupati kemarin Kita diundang dari pihak kecamatan, kepala BPP dan Dinas Pertanian itu sendiri dalam rangka tindak lanjut dari provinsi agar setiap Kecamatan menyediakan lahan penyangga tanaman," jelasnya.

Dia menyebut saat ini setiap kecamatan sedang mempersiapkan bahkan sebagian sudah memulai untuk melakukan Intruksi terkait penanaman di lahan penyangga ini. 

--page

Sedangkan dinas pertanian mendukung sarana produksi mulai dari mendukung percepatan pengolahan lahan, menyediakan alat dan mesin pertanian hingga pemberian bibit tanaman.

"Pencanangan lahan penyangga itu sudah dilakukan di kecamatan Parenggean, Desa Mekar Jaya, Pada hari ini juga pihak Kecamatan, kepala BPP sedang ke Dinas Ppertanian juga untuk mengambil sarana produksi yang kita sediakan dalam rangka mendukung lahan penyangga di wilayahnya masing-masing," ungkapnya.(NOOR ANNISA/B=6)