PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna memenuhi untuk memenuhi elemen penilaian pokja akreditasi, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, telah menggelar In House Training (IHT) Early Warning System (EWS) untuk mempelajari pemecahan beberapa kasus dan mengisi EWS di rekam medis. 

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin pada Selasa, 27 Desember 2022 menjelaskan kegiatan tersebjt tekah digelar tanggal 23 Desember 2022 di ruang pertemuan IGD lantai 3.

"Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan yang ada di RSSI Pangkalan Bun," jelas Fachruddin.

Fachruddin menjelaskan ia sangat mengapresiasi pada seluruh jajaran RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, karena mampu mempertahankan Akreditasi Rumah Sakit dengan Predikat Paripurna. 

“Hal ini murni dilengkapi seluruh elemen penilaian pada standar akreditasi KARS. Semua pegawai terlibat untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien dan hal ini akan membudaya pada semua pegawai," jelas Fachruddin.

--page

Ketua Pokja Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) Untung Surapati menyampaikan, pelaksanaan EWS ini bertujuan agar pada saat kondisi pasien mengalami perubahan, penanganan lebih baik. 

“Materi IHT EWS tersebut disampaikan oleh dr.Ari Yuniarto. Pada kegiatan tersebut diisi dengan praktek pemecahan kasus dan pengisian rekam medis tentang penilaian nyeri. Sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan terkait dengan kondisi pasien saat itu juga," jelas Untung Surapati. (WAHYU KRIDA/B-5)