BORNEONEWS, Palangka Raya - Camat Sabangau, Kota Palangka Raya, Teguh Margiono meminta seluruh lurah yang ada di wilayahnya untuk dapat mengajak masyarakatnya mulai menerapkan smart farming.
Melalui smart farming, masyarakat bisa mengetahui informasi suhu, cuaca dan musim melalui gadget, agar saat ingin melakukan penyemaian dan penanaman dapat tepat waktu sehingga dapat terhindar dari gagal panen.
"Selain untuk mengetahui cuaca smart farming ini juga bisa mengantisipasi terjadinya banjir, sehingga masyarakat wilayah setempat khususnya di daerah Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Tanjung Pinang tidak terjadi lagi gagal panen akibat banjir," ucapnya, Rabu, 28 Desember 2022.
Selain itu, ia mengatakan, ada salah satu cara agar para petani tidak terdampak banjir, yaitu dengan cara bercocok tanam hidroponik selain dapat dipindah-pindah, tanaman hidroponik ini terbilang modern.
Tanaman yang cocok untuk hidroponik adalah tanaman cabai, maka dari itu saya harap para petani cabai di daerah Kecamatan Sebangau bisa mulai menerapkan cara bertani hidroponik.
"Saya harap smart farming ini bisa menjadi sebagai upaya antisipasi gagal panen atau ruginya para petani dalam berkegiatan petani, agar kesejahteraan petani bisa tetap terjaga," pungkasnya (NOPRI/B-6)









