Tiba-tiba saja raut muka sejumlah penumpang Kalstar Aviation, jurusan Pangkalan Bun-Jakarta yang sejak pagi hari menunggu keberangkatan sumringah. Ini setelah mendengar pengumuman dari pengeras suara di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun.
Ratusan penumpang yang sebelumnya mengalami penundaan dan pembatalan terbang, akhirnya diberangkatkan. Pesawat Kalstar Aviation dengan nomor penerbangan KD 721 berkali-kali gagal terbang, lantaran mengalami kerusakan.
Sebelumnya 170 penumpang Kalstar Aviation itu sempat terlantar di Bandara Iskandar. "Ini hari ketiga, Mas. Tapi syukurlah, akhirnya berangkat juga," ujar seorang penumpang, Narendra. Rabu (17/2/2016).
Meski demikian, dia mengaku kecewa dengan pelayanan maskapai tersebut. Uang kompensasi yang diberikan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan selama penundaan terbang. Totalnya para penumpang hanya mendapat Rp450 ribu.
"Untuk makan, sewa travel dan biaya hotel hampir Rp1 juta lebih. Belum lagi waktu yang terbuang sia-sia. Tiga hari kami harus menunggu keberangkatan," ujarnya kesal.
Selain penumpang jurusan Pangkalan Bun-Jakarta, 83 penumpang jurusan Pangkalan Bun-Semarang juga merasa lega setelah mendapat kepastian terbang.
Meraka terbang pukul 13.45 sesuai jadwal yang diberikan pihak maskapai.
Atas penundaan ini, pihak Kalstar Aviation meminta maaf kepada sejumlah penumpang. Mereka mengaku jika mundurnya jadwal berangkat bukan karena faktor kesengajaan.
"Kami juga tidak menginginkannya. Rugi sudah pasti," ujar Humas Kalstar Aviation, Joko Susilo Winarno, di Bandara Iskandar.
Akibat penundaan terbang, kata Joko, ada 10 penumpang pindah ke maskapai lain. "Tapi untuk hari ini jadwal keberangkatan sudah berjalan normal. Dua rute penerbnagan yang sempat dibatalkan sudah berangkat sesuai jadwal," bebernya. (CR-1/m)


