BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya (Mura) menyiagakan dua pokso banjir, sebagai salah satu upaya mengantisipasi bencana banjir yang mengancam saat musim penghujang seperti sekarang ini.
Kepala BPBD Mura, Achmad Nafiah smengatakan dua posko tersebut didirikan di depan kantor BPBD sekitar Dermaga Bahitom dan satu posko lainnya terapung di Sungai Barito.
Posko siaga banjir tersebut didirikan sejak Januari lalu dan akan disiagakan hingga 28 Maret mendatang.
Selain itu, dalam setiap posko disiagakan petugas maupun peralatan pendukung seperti mobil dan speedboat.
“Mobil operasional di darat sebanyak empat unit ditambah satu unit ambulan dan dua buah armada speed boat. Semua personel sebanyak 26 orang,” ujar Nafiah, Rabu (17/2).
Untuk kendala yang dihadapi dalam siaga banjir kini menurut Nafaiah adalah luas wilayah kabupaten Mura yang tidak didukung dengan sarana dan prasana yang mamadai.
Adapun daerah rawan banjir berdasarkan pengamatan BPBD adalah di desa dengan kontur tanah yang rendah.
“Daerah rawan banjir di Kecamatan Murung seperti Desa Muara Sumpui, Kelurahan Puruk Cahu, Desa Juking Pajang. Sedangkan untuk Kecamatan Permata Intan seperti Desa Purnama,” pungkas Nafiah.
(B-11)


