KEPALA Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Syahrudin, mengupayakan agar ada perbaikan jalan di kawasan Jalan Iskandar. Upaya itu dilakukan agar tidak ada lagi warga yang menahan truk yang melintas, seperti yang dilakukan Hadran (86), Selasa (16/2/2016).
Untuk itu, Syahrudin akan segera menggelar rapat bersama Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) dan para pemilik perusahaan yang beraktivitas di daerah tersebut. Ia mengaku tidak bisa melarang aksi warga tersebut.
“Aksi veteran ini tidak bisa kami larang, karena ini adalah bentuk kekesalannya terhadap perusahaan yang melintas tanpa memikir jalan yang rusak,” ungkap Syahrudin, Rabu (17/2/2016).
Namun ia berharap agar aksi tersebut tidak dimanfaatkan oknum tertentu guna meraih keuntungan untuk dirinya sendiri. “Orang-orang dibelakanganya bisa saja mengambil sebagian uang itu untuk kepentingan pribadi. Apalagi saat dia memberhentikan mobil milik warga sekitar, mereka tidak melarangnya.”
Sementara itu, warga sekitar yang menjadi sopir truk merasa keberatan dengan pungutan jalanan tersebut. Karena mereka harus mengeluarkan uang saat melintas di jalan itu. Padahal mereka juga warga di desa itu.
“Uang transport dari bos hanya Rp100 ribu, itu buat makan, ongkos rokok, dan keperluan lainnya,” ucap Wahyudi, salah satu sopir truk di desa tersebut.
Apalagi, dalam sehari ia bisa sampai lima kali bolak balik. Menurutnya, tid ak masalah jika ada dana patungan sesama sopir yang tinggal di desa tersebut untuk membeli pasir.
“Namun, caranya jangan seperti itu, yang menghalangi jalan dan terkesan mengganggu para pengendara lain yang melintas.”
(MH/B-2)


