SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat evaluasi akhir tahun 2022 di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Kamis, 29 Desember 2022. Polres kotim memaparkan tindak kriminalitas tahun 2022 di Kotim meningkat. Ini membuat Bupati Kotim Halikinnor prihatin dan berharap tahun 2023 kasusnya bisa menurun.

"Kita berharap semua jenis tindak pidana tahun 2023 berkurang. Untuk itu selain melalui himbauan dan pengawasan aparat, pemerintah daerah juga memprogramkan bagaimana pembangunan mental dan spiritual melalui Kotim Bersholawat," kata Bupati dalam acara tersebut.

Dalam kegiatan itu, Polres Kotim memaparkan bahwa ada beberapa jenis tindak pidana yang mengalami peningkatan seperti narkoba, asusila dan juga kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Peningkatan terbesar adalah kasus narkoba mencapai 148 kasus di tahun 2022, mengalami peningkatan 27 kasus dari tahun sebelumnya. Kasus terbanyak ditemukan di perumahan karena pelakunya berusaha bersembunyi. Sedangkan sabu menjadi temuan terbesar selama 2022 dengan total 3.876,59 gram.

Kasus asusila meningkat 8 kasus dari tahun sebelumnya. Mirisnya kasus asusila banyak dijumpai pada anak di bawah umur.

--page

"Kasus asusila ini sangat memprihatinkan karena banyak dijumpai pada anak usia dibawah umur. Karena coba-coba dan penasara,"ujar Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Kabag Ops Kompol Samsul Bahri.

Kasus lakalantas pada tahun 2021 tercatat 90 kasus, sedangkan tahun 2022 tercatat 143 kasus. Naik 53 kasus dengan total kerugian material senilai Rp478,3 juta.

"Kita berharap masyarakat menyadari dan menjaga dirinya. Sebanyak apapun aparat tidak akan maksimal kalau tidak ada kesadaran diri masing-masing. Harapan kita tingkat kriminalitas dan keamanan kita lebih baik di tahun 2023," kata Halikin. (DEWIP/B-5)