PEMBANGKIT listrik di Kotawaringin Barat (Kobar) kompak. Nyaris semua sumber pemasok daya listrik PLN mengalami gangguan. Awal mulanya, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai yang bermasalah.
Kemudian, disusul dengan pembangkit listrik milik PLN dan milik swasta yang disewa PLN, yang mengalami gangguan mendadak. “Ditambah pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) milik PT Korintiga Hutani (PT KTH) yang setiap saat turun daya ke 3,5 MW,” kata Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto, Rabu (17/2/2016).
Gangguan pembangkit listrik secara massal itu mengakibatkan pihak PLN mengalami defisit daya sekitar 5-6 megawatt (MW).
Purwanto melanjutkan, pihaknya tengah mengusulkan ke PLN wilayah Kalselteng agar bisa mendapat tambahan daya sebesar 5 MW. “Tambahan daya 5 MW yang cepat biasanya pembangkit sewa.”
Sementara itu, pemadaman listrik yang terjadi kian membuat warga kesal. Waktu pemadaman menjadi lebih lama dan sering di luar jadwal. Bahkan, sosialisasi pihak PLN tentang jadwal pemadaman pun sangat minim.
“PLN semakin sewenang-wenang. Kita telat bayar kena denda, sanksi, kalau madamin listrik semaunya. Udah sekian lama kok nggak ada solusi,” keluh Maryati, salah seorang warga Kumai, Rabu (17/2/2016).
Ia berharap, pemkab tidak lepas tangan soal listrik di Kobar. “Selidiki, ada apa dengan PLN. Para wakil rakyat juga harus beraksi, jangan sibuk dengan kepentingan sendiri,” sindirnya yang juga berharap PLN menyosialisasikan jadwal pemadaman. (RD/B-2)


