SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Beberapa kegiatan rencananya digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Kotawaringin Timur yang ke-70 yang jatuh pada tanggal 7 Januari 2023 mendatang, baik itu kegiatan pemerintahan hingga pesta rakyat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor agar pelaksanaan hari jadi Kotim tersebut dimeriahkan dan menjadi momen kegembiraan tersendiri yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat di wilayah ini.

Rencananya pada 7 Januari ada upacara peringatan hari jadi Kotim. Selain itu ada pesta rakyat, bahkan peresmian fasilitas pelayanan pemerintah dan tabligh akbar.

Selain ASN di lingkungan Pemkab, dirinya juga mengundang berbagai pihak untuk hadir dalam agenda HUT Kotim tersebut.

"Saya mengundang kepada semuanya baik Camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi, pada hari Sabtu tanggal 7 Januari 2023 kita akan melaksanakan upacara memperingati hari jadi Kotim yg ke 70, untuk itu agar bisa berkenan hadir pada acara tersebut di halaman kantor Bupati," ucap Halikin, Jumat, 30 Desember 2022.

--page

Selanjutnya, Halikin mengatakan bertepatan dengan hari jadi Kotim ke-70 juga akan dilangsungkan peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Jalan MT Haryono Sampit. Kemudian untuk hiburan akan digelar pada malam harinya dan berpusat di terowongan Nur Mentaya.

"Saya juga mengundang pada malam harinya kita melaksanakan acara hasupa hasundau atau pesta rakyat di jalur Terowongan Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut," tambahnya.

Dirinya mengatakan sebagian jalur Terowongan Nur Mentaya akan ditutup dan dipusatkan untuk stand yang disediakan oleh OPD yang ditunjuk untuk menyediakan makanan dan minuman gratis kepada pengunjung.

Jalur yang ditutup yakni dari Bundaran Smekto sampai dengan Bundaran Stadion."Sudah direncanakan nanti beberapa OPD untuk menyiapkan pesta rakyat bebas makan dan minum gratis di stand yang disiapkan oleh pemerintah terkecuali untuk warung-warung masyarakat tetap bayar bayar," ujarnya.

Selanjutnya, Halikin merencanakan tabligh akbar yang disebutnya Kotim bersholawat sepanjang jalan kota Sampit. Dia mengatakan sudah memprogramkan kegiatan ini 4 kali dalam setahun untuk mengundang penceramah besar sebagai upaya membangun mental spritual masyarakat Kotim.

--page

"Saya melihat tingginya angka kriminalitas, narkoba sampai asusila ini cukup perlu usaha membangun mental spritual. Nanti kemungkinan tempatnya akan tersebar bisa jadi di Kecamatan Parenggean bisa di Samuda, ada juga yang di dalam Kota Sampit," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-5)