KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing mengatakan bahwa Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menemukan sampai dengan tahun 2022, ada 48 kasus HIV-AIDS positif.

"48 kasus HIV-AIDS positif tadi, ada pasien yang aktif menjalani pengobatan, tidak mau menjalani pengobatan rutin atau menghilang, banyak yang sudah meninggal dunia dan pindah domisili sehingga tidak terdata lagi," ujar Efrensia yang juga sebagai Ketua KPA Kabupaten Gunung Mas, Jumat, 30 Desember 2022.

Dia mengatakan kebanyakan pasien orang dengan HIV-AIDS dari Kabupaten Gumas menjalani pengobatan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, karena takut diketahui khalayak ramai.

"Apa lagi stigma dan diskriminasi terhadap mereka masih tinggi, karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang penyakit HIV-AIDS ini," imbuh Efrensia.

Efrensia meyakini bahwa angka kasus HIV-AIDS di Kabupaten Gunung Mas sebenarnya dapat lebih besar layaknya fenomena gunung es. Di mana yang terlihat hanya bagian kecil di permukaan, tetapi sebenarnya bagian besar di dasarnya tidak terlihat.

--page

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus HIV-AIDS hanya terlihat sebagian kecil saja, di antaranya kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat sehingga tidak mau melakukan pemeriksaan dini.

Kemudian penyebarluasan informasi terbatas, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), serta terbatasnya akses masyarakat terhadap tes dan pengobatan HIV. (RISKA YULYANA/B-11)