GERAKAN Fajar Nu­san­tara (Gafatar) di­duga telah masuk wi­layah Kabupaten Katingan.


Kabar masuknya anggota Ga­fatar ini sudah sampai ke telinga Bupati Katingan, Ah­mad Yantenglie.


Bupati menerima informasi­ jika ada tiga anggota Gafatar sempat masuk ke daerahnya.


“Kita sudah menugaskan Kes­banglinmas dan dinas sosial untuk menelusuri dan ter­nyata tiga orang yang dicurigai itu berdasarkan KTP yang dimiliki bukan berdomisili di Katingan. Mereka berasal­ dari Boyolali dan pernah ting­gal di daerah kita. Saat ini me­reka sudah dikembalikan ke daerah asal,” ujarnya.


Bupati menyatakan tidak me­nutup kemungkinan ada ang­gota Gafatar lain yang ti­dak­ terdeteksi masuk ke dae­rah­nya, sehingga dia akan terus melakukan pemantau­an.


Menurutnya adanya Gafa­tar­ ini seharusnya perlu ada­nya sosialisasi kenapa organi­sasi ini sampai dilarang.


Menurutnya pemerintah me­larang Gafatar karena su­dah­ berbeda dan bertentang­an­ dengan ideologi negara.


Memang secara praktis da­lan kehidupan sehari-hari, me­reka bergotong-royong ser­ta membangun pertanian itu memang bagus.


Tapi yang menjadi masalah­, doktrinitas terhadap cara pan­dang atau ideologinya ber­tentangan dengan Pancasila­ sehingga organisasi ini dilara­ng. (B-6)