BEKERJA SAMA dengan Kodam XII/Tanjung Pura (Tpr), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mencetak lahann pertanian seluas 17.300 hektare (ha).

Penandatanganan nota kesepahaman (Mou) kerja sama itu berlangsung di aula Kantor Distanak Kalteng, Jalan Wilem AS, Palangka Raya, Rabu (17/2/2016) siang.


Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigadir Jenderal TNI Supriyadi yang turut hadir pada kegiatan itu mengatakan, pembukaan lahan pertanian menjadi program prioritas Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD).


“Luasnya 17.300 hektare se-Kalteng,” kata Supriyadi didampingi Danrem 102 Panju-panjung, Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Kepala Distannak Kalteng Tute Lelo, usai pelaksanaan MoU tersebut.


Dari luasan tersebut, lahan paling terbanyak berada di wilayah Kabupaten Katingan yakni 5.000 ha. Sedangkan terendah ada di Kotawaringin Timur, 200 ha.


Dia menuturkan, lahan itu murni milik petani yang para petani sendiri tidak mampu mengelola. Dalam proses penggarapan itu, dana yang akan dikeluarkan mencapaai ratusan miliar. “Dananya dari APBN sekitar Rp300 miliaran,” ungkapnya.


Menurut Supriyadi, dana tersebut untuk membantu proses pembukaan lahan, menyediakan benih pupuk sampai tahap panen. Sedangkan hasil panen, dipastikan untuk petani sendiri. “Jadi kita termasuk mensejahterakan petani juga,” tuturnya.


Hal senada diutarakan Kadistannak Kalteng Tute Lelo. “Jadi lahan itu memang belum digarap. Nah karena tidak ada kemampuan, makanya dikelola. Luasan itu juga berdasarkan proposal yang dikirim teman-teman di kabupaten,” tuturnya.


Ia menambahkan, luasan lahan pertanian itu ke depannya masih mungkin bertambah lagi. Itu tergantung usulan dari daerah.
(BY/B-10)